Rabu, 16 Mei 2018

Tugas 7: Perkembangan E-Retail di Indonesia


Perkembangan E-Retail di Indonesia

E-Retail termasuk kedalam E-Commerce.  E-retail sendiri  memiliki arti Elektronik Retailing yang artinya kegiatan retailing yang terjadi secara online melalui internet. E-Retail merupakan salah satu bagian dari model E-commerce yaitu Business to Consumer (B2C): Retail, sifatnya melayani pelanggan yang bervariasi. Contoh dari bisnis E-Retail itu adalah : Zalora, Lazada. Blibli, dsb. Setiap perusahaan berusaha untuk selalu mendapatkan informasi yang mendukung kegiatan perusahaan agar dapat berkembang dan bersaing dalam menghadapi pihak yang ditujukan untuk memberi pelayanan terbaik melalui situs web secara online.

Indonesia merupakan negara dengan pertumbuhan E-Commerce tertinggi di dunia. Beberapa tahun terakhir, makin banyak pelaku usaha, baik perusahaan besar maupun retail, beralih atau mengembangkan usaha ke arah digital.

Jumlah pelaku E-Commerce akan terus bertumbuh, hal ini diperkuat dengan sejumlah survei lembaga riset teknologi informasi komunikasi dalam dan luar negeri. Demikian diungkapkan Ketua Umum Indonesian E-Commerce Association (idEA), Aulia E. Marinto melalui siaran pers belum lama ini. (20 Mei 2017)

McKinsey dalam laporan bertajuk ‘Unlocking Indonesia’s Digital Opportunity’ juga menyebutkan, peralihan ke arah digital akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi hingga US$ 150 miliar dolar pada 2025. Laporan itu menyatakan pula, 73% pengguna internet di Indonesia mengakses internet melalui perangkat selular. Angka ini diperkirakan akan terus bertambah dalam lima tahun ke depan.

Berdasarkan data dari sebuah lembaga riset, pasar E-Commerce Indonesia akan semakin meningkat dan lebih tinggi dibandingkan negara ASEAN lainnya seperti Malaysia, Thailand, dan Filipina. Beberapa contoh perusahaan yang telah menjadi “raksasa” dalam dunia E-Commerce Indonesia adalah Lazada, Zalora, Berrybenka, Tokopedia, dan masih banyak lagi. Perusahaan-perusahaan tersebut telah sukses memanfaatkan peluang pasar E-Commerce di Indonesia yang sedang naik daun (Mitra, 2014).
Berikut merupakan peningkatan jumlah penjualan E-Commerce pada beberapa negara, termasuk Indonesia (Mitra, 2014):

Dari data di atas, dapat dilihat dari tahun 2013 sampai dengan 2016, peluang penjualan E-Commerce meningkat semakin tinggi tiap tahunnya, yang menandakan bahwa perkembangan E-Commerce di Indonesia menunjukan hal yang positif.






Rabu, 02 Mei 2018

Tugas 6

Tugas E-Commerce


1.    Tahapan-tahapan dalam belanja online

a.    Mencari produk
b.    Membandingkan harga di toko lain
c.    Melihat review-review pada produk
d.    Memilih produk serta melihat metode-metode pembayaran (transaksi)
e.    Metode pengiriman

2.    Jenis-jenis promosi.

Dalam dunia marketing memasarkan suatu produk tidak lepas dari promosi. Tujuan promosi sebuah produk adalah untuk memberikan informasi serta bauran pemasarannya.
Agar hasil dapat diraih secara maksimal, maka kegiatan promosi harus dilaksanakan dengan efektif. Dalam hal ini penting adanya bauran promosi atau kombinasi yang maksimal untuk berbagai jenis kegiatan atau pemilihan jenis kegiatan promosi yang efektif untuk meningkatkan angka penjualan. Di dalam dunia marketing, terdapat empat jenis kegiatan promosi yang biasa dilakukan, antara lain:

a.    Periklanan (Advertising)
Bentuk kegiatan promosi ini bersifat non personal yang artinya di dalam kegiatan promosi yang dilakukan menggunakan atau memanfaatkan berbagai media yang bertujuan untuk merangsang minat beli konsumen. Jenis promosi berupa advertising umumnya berisi tentang tawaran suatu produk kepada konsumen dengan melakukan penawaran dengan cara mengemukakan alasan kenapa konsumen harus melakukan pembelian produk atau barang tersebut.

b.    Penjualan Tatap Muka (Personal Selling)
Bentuk promosi ini berupa kegiatan tatap muka dengan melakukan presentasi lisan dalam suatu kesempatan untuk melakukan percakapan dengan calon pembeli. Sama halnya dengan periklanan, tujuan promosi dengan cara personal selling juga bertujuan untuk merangsang minat beli konsumen namun kegiatan promosinya dilakukan dengan cara mendatangi ke tempat konsumennya secara langsung oleh seorang salesperson. Dengan teknik personal selling maka akan terjadi komunikasi antara penjual dan pembeli.

c.    Publisitas (Publicity)
Jenis promosi ini biasanya berbentuk ulasan tentang suatu produk yang kemudian disebarluaskan melalui media cetak maupun media elektronik. Cara ini dianggap sangat efektif karena dapat menjangkau konsumen yang tidak bisa dijangkau oleh advertensi dan personal selling.

d.    Promosi Penjualan (Sales Promotion)
Jenis promosi yang terakhir berbeda dengan jenis promosi yang lainnya. Kegiatan promosi ini biasanya dilakukan dengan cara memberikan sesuatu sebagai perangsang agar konsumen melakukan pembelian produk. Bentuknya bisa berupa uang, barang, atau tambahan lainnya yang biasanya disertakan bersama produk tersebut.

e.    Pemasaran Langsung (Direct Marketing)
Suatu bentuk penjualan perorangan secara langsung ditujukan untuk mempengaruhi pembelian konsumen.


3.    Definisi Publisher, Web Owner, Advertisier, Marketing Company
a.    Publisher
Publisher atau penayang iklan adalah sebutan untuk orang atau pemilik situs web maupun blog yang mengikuti program periklanan (Adsense) seperti Google Adsense. Dimana mereka akan memiliki kode iklan yang akan dimasukkan ke dalam halaman blog sesuai dengan perjanjian yang dilakukan pihak yang bersangkutan.

b.    Web Owner
Ruang bagi advertiser untuk memasang link iklan serta mendapatkan penghasilan tambahan dengan cara (pay per unique click) yang berarti akan mendapatkan bayaran apabila ada yang melakukan klik pada iklan website.

c.    Advertisier
Pemasang iklan atau pihak yang melakukan kegiatan promosi atas iklannya pada Adsense Camp yang materinya disebarkan kepada pemilik web yang terdaftar di  Adsense Camp.

d.    Marketing Company
Perusahaan yang kegiatan perusahaannya di bidang pemasaran atau selling, dalam bidang pemasaran produk berupa barang maupun jasa. Memasarkan produk dan jasa dengan sistem online atau internet.