Rabu, 28 Maret 2018

Tugas 3 : Pengguna Internet di Indonesia Tahun 2017 serta Pengaruh Internet Terhadap Bisnis di Masa Mendatang

Jumlah Pengguna Internet di Indonesia Tahun 2017 Meningkat mencapai 143,26 juta jiwa

Pada tanggal 19 Februari 2018, Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mempublikasikan hasil survei Penetrasi & Perilaku Pengguna Internet Indonesia 2017. Dalam survei tersebut, kita bisa melihat sebaran demografi dan kekuatan ekonomi dari pengguna internet di Indonesia.



Dalam survei tersebut, APJII membagi Indonesia dalam enam wilayah besar yakni Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali-Nusa, dan Maluku-Papua. Setiap wilayah dibagi menjadi tiga kategori kota/kabupaten yakni, ketegori Urban, Rural-Urban, dan Rural.

Berdasarkan wilayahnya, pengguna internet di Indonesia masih didominasi di Jawa (58,08 persen). Akan tetapi penetrasi internet di Kalimantan menjadi yang tertinggi di antara enam wilayah lainnya. Ini artinya, tingkat adopsi internet di wilayah Kalimantan sedang menggeliat pesat. Meski begitu, trafik pengguna di Kalimantan masih sekitar 7,97 persen dan cukup tertinggal jauh dibandingkan Jawa serta Sumatera.



Berdasarkan usia, remaja adalah pengguna internet yang paling cepat mengadopsi penggunaan internet di Indonesia. Usia 19-34 tahun mendominasi pengguna internet di Indonesia (49,52 persen). Sementara itu jika pengguna internet dilihat berdasarkan jenis kelamin, perempuan dan laki-laki. terdiri dari perempuan sebanyak 48,57 persen, dan lelaki sebanyak 51,43 persen.




Seperti halnya yang disampaikan Ketua Umum APJII Jamalul Izza, kedepannya jika proyek tulang punggung internet telah rampung dikerjakan maka sangat besar kemungkinan peningkatan di segala bidang bisa terjadi. Terutama terhadap penetrasi pengguna internet yang diprediksi bakal meningkat lebih tinggi di tahun 2018 sampai 2019. 


Pengaruh Internet Terhadap Bisnis di Masa Mendatang

Internet bukan hanya tempat untuk mencari informasi saja, akan tetapi dapat digunakan sebagai tempat penjualan barang dan jasa. Penjualan melalui internet ini disebut E-Commerce (electronic commerce). Munculnya istilah ini seiring dengan semakin berkembangnya disiplin ilmu komputer dan internet. E-com ini dapat diartikan sebagai pertukaran barang, jasa, dan atau informasi melalui medium elektronik dengan imbalan uang yang pembayarannya dilakukan dengan menggunakan credit card (kartu kredit).

Manfaat dari E-com itu sendiri adalah bisa menurunkan pengeluaran tetap, karena perusahaan bisa menghemat jumlah pegawai, dengan demikian juga pengeluaran untuk gaji dan infrastruktur fisik. Dan sebaliknya, untuk konsumen E-com menawarkan kenyamanan lebih besar dan pilihan lebih banyak untuk barang dan jasa yang akan dibeli dengaan harga lebih baik.

Sistem jual beli yang dulunya mengharuskan pertemuan langsung antara pedagang dan pembeli di tempat yang sama kini menjadi lebih simpel tanpa harus bertemu langsung dengan hanya menggunakan media penghubung internet, tidak harus memikirkan untuk sewa tempat yang luas untuk melakukan proses produksi ataupun yang lainnya. Dengan memanfaatkan internet banyak hal yang dapat di hemat baik dari segi biaya, waktu, tenaga kerja dan yang lainnya. Hal ini tentunya sangat memberi keuntungan bagi penjual maupun pembeli.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar