Selasa, 13 Maret 2018

Tugas 1 : Kisah Embro dan Pipo




Dahulu kala disebuah desa terdapat dua orang pemuda yang bersahabat bernama Embro dan Pipo, mereka memiliki cita-cita ingin menjadi orang terkaya di desanya. Embro dan Pipo pun sering kali berbicara tentang keinginannya. Mereka selalu bekerja keras tanpa putus asa agar dapat mencapai cita-citanya, namun belum ada sebuah kesempatan untuk mereka sehingga mereka terus mencari dan mencoba gagasan-gagasan baru untuk mendapatkan kesempatan tersebut. 

Di suatu pagi mereka pun mendapatkan kesempatan yang ditunggu. Desa mereka membutuhkan lebih banyak air sehingga kepala desanya mempekerjaan Embro dan Pipo untuk membawa air dari sumber mata air di gunung ke tempat penampungan air di desa. Mereka akan dibayar sesuai dengan seberapa banyaknya air yang sanggup mereka bawa dan mereka pun dengan senang hati mengerjakan pekerjaan tersebut.

Pipo dan Embro senantiasa dari pagi hari hingga sore hari pergi ke gunung untuk mengambil air menggunakan dua buah ember dan membawanya ke penampungan air di desanya. Menjelang sore hari mereka pun mengambil upah yang didapatkan dari kerja keras mereka pada hari tersebut. Embro merasa senang sekali dengan hasil yang di dapatkannya itu sehingga ia merasa dengan hasil yang di dapatkannya itu ia akan dengan cepat menggapai cita-citanya, ia pun mulai berfikir untuk memperbesar embernya agar dapat menampung lebih banyak air dengan upah yang lebih banyak lagi. Embro merasa yakin dengan penghasilannya itu ia dapat membeli sapi dan mempunyai gubuk baru yang lebih besar seperti yang diinginkannya.

Namun Pipo tidak berfikiran seperti Embro, ia merasa tidak nyaman dan cukup lelah dengan cara yang mereka lakukan, lalu Pipo memikirkan sebuah cara agar mempermudah melakukan pekerjaannya. Pipo akhirnya berencana untuk membangun sebuah saluran pipa air yang dapat menghubungkan langsung dari sumber mata air di gunung ke tempat penampungan air di desa dengan begitu ia akan mendapatkan lebih banyak air tanpa harus membawa ember air lagi.

Pipo pun dengan semangat memberitahukan tentang rencanya itu kepada Embro di esok harinya. Namun Embro ternyata tidak sependapat dengan rencana Pipo. Embro pun tetap melanjutkan pekerjaannya karena ia yakin akan penghasilan yang didapatkannya. Pipo pun memutuskan untuk membangun sendri saluran pipa air tersebut. Namun ia tahu bahwa untuk mewujudkannya itu tidaklah mudah, dibutuhkan waktu yang lebih lama agar dapat terselesaikan dan menikmati hasilnya apalagi ia mengerjakannya hanya seorang diri. Pipo pun menggunakan hari minggu dan waktu luang untuk membangun saluran pipa air tersebut karena dihari biasa ia tetap mengambil air menggunakan ember. Sementara itu Embro sudah mulai menikmati hasil kerja kerasnya, ia pun dapat membeli sapi dan gubuk yang lebih besar sesuai keiinginannya, serta Embro mulai merubah gaya hidupnya dengan menghabiskan waktu sepulang kerjanya untuk pergi ke sebuah bar.

Tak terasa waktu pun terus berjalan tanpa disadari oleh Embro, bahwa badannya pun mulai kelelahan dan membungkuk karena beban yang di bawanya setiap hari semakin berat, sehingga air yang di bawanya pun semakin sedikit karena bertambahnya usia. Namun lain halnya dengan Pipo, ia pun telah berhasil membangun saluran pipa airnya. Sekarang tanpa harus bersusah payah lagi Pipo dapat menikmati hasil dari kerja kerasnya selama ini berkat saluran pipa air yang ia bangun, air pun dengan mudahnya dapat mengalir ke desa. Dengan begitu penghasilan yang Pipo dapatkan juga akan semakin bertambah seiring dengan jumlah air yang terus mengalir ke penampungan air di desa.



WORK HARD →
← WORK SMART






Tidak ada komentar:

Posting Komentar